Kepala Dindik Atasi Problem Siswa SMA 15 Pandeglang

 93,3 Labuan Fm,  10-11-2012 17:21:15

  

Mitra photo12dengar/Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang mendatangi SMA 15 Pandeglang yang beralamat di Jl. Raya Carita Km. 05 hari ini (Selasa, 30/10) sekitar pukul 11.50 WIB. Kedatangan kepala Dinas Pendidikan tersebut untuk menghadiri sekaligus menanggapi penyampaian aspirasi siswa terhadap masalah yang ada di SMA 15 Pandeglang. Pasalnya, sejak pagi para siswa melakukan demonstrasi kepada pihak sekolah, mereka mengeluhkan kebijakan sekolah yang dianggap janggal dan tidak bisa diterima siswa.

Dalam aksi itu para siswa mengajukan dua tuntutan. Tuntutan pertama para siswa meminta pihak sekolah agar siswa yang telah dikeluarkan bernama Julianto, kembali di sekolahkan. Tuntutan kedua salah satu staf TU SMA 15 yang bernama Asmin segera dikeluarkan. Demonstrasi tersebut dilakukan para siswa untuk meluapkan kekesalan kepada Kepala Sekolah yang diduga telah diintervensi oleh Asmin untuk mengeluarkan Julianto.

Ketua OSIS SMA 15 Pandeglang, Asep Saepudin memaparkan, Julianto adalah siswa kelas X SMA 15 yang sebelumnya bermasalah dengan SMK PGRI Labuan. Namun masalah tersebut sudah selesai karena Julianto dan rekan-rekannya yang memiliki masalah dengan SMK PGRI langsung mendatangi SMK PGRI dan meminta maaf, masalah yang diakibatkan kesalahpahaman itu pun selesai. Namun tanpa ada peringatan sebelumnya, tiba-tiba Julianto menerima surat dari Kepala Sekolah yang menyatakan bahwa dirinya dikeluarkan. Keputusan kepala sekolah tersebut sontak mendapat respon tidak baik dari para siswa karena dianggap mengeluarkan Julianto akibat mendapat intervensi dari Asmin, padahal saat surat itu dikeluarkan, Kepala Sekolah sedang tidak ada di sekolah.

Asep Saepudin dan para siswa kecewa terhadap tindakan Asmin karena terlalu ikut campur padahal dirinya tidak memiliki wewenang untuk menghukum siswa, hal ini juga menjadi puncak kekecewaan siswa kepada staf TU tersebut karena selama ini sering ikut menghukum siswa seperti mencukur rambut yang gondrong padahal para siswa menganggap yang memiliki hak menghukum siswa itu guru atau bagian kesiswaan, bukan staf TU.

Para siswa mengaku akan melakukan mogok belajar atau melakukan demonstrasi kembali apabila Asmin tidak di keluarkan. Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Pandeglang, Abdul Aziz menghimbau agar siswa tetap melakukan kegiatan belajar mengajar seperti biasa dan meminta kepada pihak sekolah agar tuntutan siswa yang pertama dikabulkan, yakni agar Julianto kembali mendapatkan pelayanan pendidikan. Sementara untuk tuntutan kedua, Abdul Aziz akan memanggil Asmin untuk menghadap ke kantornya, esok hari. Hal ini diungkapan saat ia memberikan sambutan sekaligus menyikapi masalah yang sedang dihadapi SMA 15. (Nurzahara Amalia)

Komentar

Counting


LATEST TUNE-IN